soedjadi family

October 7, 2006

masak pun pakai internet

Filed under: Jaman sekarang

gak kebayang kalau nggak ada internet….

Hari ini aku dan teman-teman masak bareng untuk buka puasa bersama. Semua resep dapat dari internet. Beli bahan - bahannya juga cari informasi di internet. Beda banget sama jaman aku balita. Aku msah ingat, ibuku punya setumpuk buku masak. Seluruh informasi masak hanya dari buku itu tok!

Lagi  asik - asiknya masak, temanku tiba - tiba berkata,"eh, kalau motong rotinya ada tipsnya loh biar nggak patah".

Temanku yang lain menyahut, "oh iya ya.. aku prenah baca. tapi sekarang lupa!".

"Gampang lah, tinggal cari di Internet ajah", sahutku sambil langsung berjalan menuju komputer.

hehehe… ibu - ibu jaman sekarang, sambil masakpun, disela - selanya masih sempat cari informasi lewat internet… (sepertinya aku kena internet addict, gak kebayang hidup tanpa komputer dan koneksi internet)

*sari*

October 3, 2006

wanna be like him…

Noam Chomsky…

taken from: http://www.americanswhotellthetruth.org/pgs/portraits/Noam_Chomsky.html

well, actually… i have heard his name for about 4 years ago. but, just for now, i realize the other side of him.

I started from one day, one of my friend told me that he hates jewish. And my other friend told him that not every jewishlike that, he gave us example noam chomsky.

Just now, i read one of article about him, and not so long ago, i read a book about him. He is not just a professor but also a politician.

Here is his quotes:

“…jingoism, racism, fear, religious fundamentalism: these are the ways of appealing to people if you’re trying to organize a mass base of support for policies that are really intended to crush them.”

One thing that inspired me to (again, face this big question world) keep on struggling is his braveheart to go on, keep on living in this crazy world…

cay yo…

*sari*

Bete!!!

Filed under: Masa sekolah

Aku yakin, hampir 100% kalau tugasku dapat bagus. DAmn!!! Ternyata, setelah nglembur lebih dari 3 malam… tiba-tiba, ternyata tugasku jelek Shiit!!!!

Masak temanku yang metodologinya jelas salah, dapet 80. Damn…. Lebih menyebalkan lagi, masalahnya adalah tugaskuhanya kurang rapi dalam penulisan. Shiit!!!

Grmml %##@@!! Grrr!!! %##@"!~~^((!!!!

emoticon rasanya menyebalkan!!!!

*sari*

October 1, 2006

Ada yang mau merit

Filed under: Uncategorized

Sepupuku ada yang mau merit (namanya XXX). Berita gembira khan harusnya?

Well… it’s not that fun! Tahu nggak? Keluarga di Malang jadi bertengkar karena itu. Persoalannya sepele, hanya perkara catering. Ada tante yang ingin catering, ada tante yang ingin dimasakkan tetangga, dll.

Aduh.. ampun deh! masak bertengkar untuk hal nggak penting gitu?

Terus soal seragam. Kata Ibuku, seragam kami beli sendiri-sendiri. Aku sudah beli kebaya (bagus looh, penuh payet, warna pink). Ternyata, sudah dibelikan di Malang. Lebih parahnya lagi, seragam yang sudah dibelikan untuk aku ternyata tidak aku pakai, karena direncanakan aku bagian membawa kembang mayang, jadi sudah ada seragam lain bareng sama pengantin. waaalaah…..

cccck.. yangmerit satu, yang sibuk semuanya… emoticon

Pendidikan Jaman Sekarang (dan jaman dulu)

Filed under: Uncategorized

Satu hal yang aku sangat sesali dalam pendidikan dasar di Indonesia adalah besarnya porsi hafalan yang diberikan guru-guru kepada siswa.

Sebetulnya tujuan pendidikan dasar itu apa sih? Harusnya yang namanya pendidikan dasar, berarti memberikan dasar yang berguna untuk menempuh pendidikan selanjutnya. Yang namanya dasar, mestinya adalah pemahaman awal tentang ilmu pengetahuan, bukannya hafalan!

Saat di sekolah dasar, siswa seharusnya dibangkitkan rasa ingin tahunya, dibangkitkan keinginan belajarnya, dibangkitkan kreatifitasnya. Kalau isinya hanya menghafal… esensi dari ilmu yaitu curiosity akan hilang.

Apakah itu yang diinginkan oleh sekolah-sekolah? Apa itu yang memang diinginkan oleh para wali murid? Bolehlah, kita berbangga pada anak yang mendapatkan juara I IPA karena hafalannya sangat kuat. Tetapi yang menjadi pertanyaan, akankah kita tergiur pada fondasi hafalan yang rapuh daripada pemahaman yang baik tanpa hafalan? Apakah kita menginginkan penerus kita menjadi generasi yang tidak kreatif dan tidak ada keinginan berinovasi? Yang ada hanya menghafal melulu….

Mengapa ini yang terjadi di Indonesia?

Aku mencoba men-list beberapa kemungkinan alasan:

  • kurikulum SD yang terlalu padat (kata lainnya pembuat kurikulum yang nggak membumi… Mungkin dibuat oleh professor-professor, tapi professor yang tidak tahu bagaimana membuat anak menjadi kreatif)
  • guru-guru yang lebih mementingkan nilai bagus dari murid dengancara hafalan daripada membuat mereka paham. Kita tahu, betapa berat tekanan menjadi guru SD. Sudah tidak dihargai, ditekan segala arah, pemerintahan yang cuek bebek, dst… Guru juga manusia, gimana bisa mikirin murid kalau keadaannya seperti itu? Akhirnya, diambil cara gampang, murid disuruh menghafal, tidak usah perduli apakah itu benar atau tidak. "Pokoknya dihafal.. kamu nggak usah tanya-tanya!".
  • Orang tua yang kurang "aware" dengan pendidikan anaknya.Hla gimana lagi? Kita khan sudah susah memikirkan hidup. Sukur-sukur anak bisa sekolah…

Hmm… ya… pendidikan memang masalah kita bersama. Mari kita bersama-sama membentuk generasi penerus yang kreatif, mandiri, dan inovatif demi mencapai Indonesia Merdeka….

*sari*

Nilai T

Filed under: jadi dosen

Dari sekian mahasiswa ada yang aku beri nilai T. Habis mau gimana lagi? Sudah sering nggak masuk, nggak pernah ngumpulin tugas, datang cuma pas UTS dan UAS dengan nilai yang pas-pasan. Maunya sih malah dibuat nggak lulus. Tapi kasihan juga, soalnya tahun ini kalau dia belum lulus, dia akan di-DO

Aku beri nilai T itu sudah semester lalu. Mestinya khan ada kesempatan memperbaiki. Aku tunggu-tunggu sampai 2 bulan, dia tidak juga datang. Ya, wis.. aku pikir memang dia sudah dapat nilai di mata kuliah lain (kebetulan yang aku ajar mata kuliah pilihan).

Eh, dilalah…. suatu malam tiba-tiba dia datang ke rumah. Dia bilang ingin nilainya keluar. Aku jawab, "beres lah, tapi kamu harus mengerjakan tugas".

Dia berkata,"Nilainya paling lambat harus masuk besok".

Nah, lho… kok gitu? Kok nggak dari dulu! Dasar mahasiswa malas, "loh, kok nggak dari dulu? Kamu khan masih punya kesempatan banyak waktu itu. Sekarang masak kamu paksa aku mengeluarkan nilai?".

"maaf bu", mahasiswa itu menyodorkan sekotak kue. Apa dipikirnya aku bisa dibeli?

"ya udah, kamu ngerjain tugas, cari paper aja.. tentang software maintenance".

AKhirul kata, dia pergi dengan meninggalkan kue di meja ruang tamu. Keesokan harinya, aku terpaksa siang-siang berangkat ke Unpas, hanya untuk memasukkan nilainya. Aku sudah percaya saja kalau dia sudah mengumpulkan tugas di TU. Ternyata, ya ampuuun…. dia belum memasukkan tugas. Tugas segampang itu, dan dia nyaris DO… masih ajah males….

Denganberat hati, akhirnya nilai kau keluarkan juga, "C". Walaaaah… kok ya ada mahasiswa semalas itu. Nggak niat sekolah ya? Kalau gitu sekalian ajah nggak usah kuliah, ngabisin duit ortu.

*sari*

September 23, 2006

Secret

Filed under: Masa sekolah

I shall make a song like you hair . . .
Gold-woven with shadows green-tinged,
And I shall play with my song
As my fingers might play with your hair.
Deep in my heart
I shall play with my song of you,
Gently. . . .
I shall laugh
At its sensitive lustre . . .
I shall wrap my song in a blanket,
Blue like your eyes are blue
With tiny shots of silver.
I shall wrap it caressingly,
Tenderly. . . .
I shall sing a lullaby
To the song I have made
Of your hair and eyes . . .
And you will never know
That deep in my heart
I shelter a song for you
Secretly. . . .

by: gwendoline benneth (1927)

ps: for someone that i admire secretly hehehe… piss for school time, emoticon

Kangen Anak

Filed under: Masa sekolah

Suatu ketika, aku dan teman-teman mengerjakan tugas kelompok. Salah satu temanku yang sudah berkeluarga bilang, "wah, kangen anak".

AKu heran, "kok bisa pak? khan tinggal serumah?".

"aku belum ketemu dari kemaren. Kapan ketemunya? pulang ngerjain tugas kampus selalu malem, pagi-pagi sudah harus kerja… kangen jadinya".

Aku diam, kemudian melanjutkan mengerjakan tugas. Tidak lama kemudian, aku lihat temanku itu menelpon rumahnya, sambil suaranya dikecilkan mirip anak kecil.

Oooh, rupanya dia sedang menggoda anaknya di telepon. Rupanya, sangking kangennya, dia memutuskan untuk telpon. Setelah telpon ditutup, dia bilang, "kalau umur masih segini, anakku masih jadi anak berbakti. Entar kalau udah gedhe… isinya banyak bertengkar dgn ortunya deeeh…".

Kami tertawa. Saat itu aku menyadari, begitulah mami dan papi memandang aku. Untung temanku banyak bapak-bapak dan ibu-ibu. Sehingga aku mulai dapat turut berempati pada perasaan mami & papi yang selama ini sukar aku pahami….

i love u mom…dad…

sari pic

August 24, 2006

Welcome !

Filed under: Uncategorized

Greeting to you all…

Welcome to Soedjadi Family blog. These are the journals of the Soedjadi Family life, about it’s up and downs, about the struggle and about love

Please find the latest news, gossips and moments from the family emoticon

Hope you can enjoy it, laugh at it and remember it.

c u

Peace, Love and lots of hugs and kisses emoticon

ps. Long Live ANGE & BRAD (This is moderator’s personal feeling, it doesn’t represent the other family member emoticon

Welcome !

Filed under: Uncategorized

Greeting to you all…

Welcome to Soedjadi Family blog. These are the journals of the Soedjadi Family life, about it’s up and downs, about the struggle and about love

Please find the latest news, gossips and moments from the family emoticon

Hope you can enjoy it, laugh at it and remember it.

c u

Peace, Love and lots of hugs and kisses emoticon

ps. Long Live ANGE & BRAD (This is moderator’s personal feeling, it doesn’t represent the other family member emoticon






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham