Nilai T
Dari sekian mahasiswa ada yang aku beri nilai T. Habis mau gimana lagi? Sudah sering nggak masuk, nggak pernah ngumpulin tugas, datang cuma pas UTS dan UAS dengan nilai yang pas-pasan. Maunya sih malah dibuat nggak lulus. Tapi kasihan juga, soalnya tahun ini kalau dia belum lulus, dia akan di-DO
Aku beri nilai T itu sudah semester lalu. Mestinya khan ada kesempatan memperbaiki. Aku tunggu-tunggu sampai 2 bulan, dia tidak juga datang. Ya, wis.. aku pikir memang dia sudah dapat nilai di mata kuliah lain (kebetulan yang aku ajar mata kuliah pilihan).
Eh, dilalah…. suatu malam tiba-tiba dia datang ke rumah. Dia bilang ingin nilainya keluar. Aku jawab, "beres lah, tapi kamu harus mengerjakan tugas".
Dia berkata,"Nilainya paling lambat harus masuk besok".
Nah, lho… kok gitu? Kok nggak dari dulu! Dasar mahasiswa malas, "loh, kok nggak dari dulu? Kamu khan masih punya kesempatan banyak waktu itu. Sekarang masak kamu paksa aku mengeluarkan nilai?".
"maaf bu", mahasiswa itu menyodorkan sekotak kue. Apa dipikirnya aku bisa dibeli?
"ya udah, kamu ngerjain tugas, cari paper aja.. tentang software maintenance".
AKhirul kata, dia pergi dengan meninggalkan kue di meja ruang tamu. Keesokan harinya, aku terpaksa siang-siang berangkat ke Unpas, hanya untuk memasukkan nilainya. Aku sudah percaya saja kalau dia sudah mengumpulkan tugas di TU. Ternyata, ya ampuuun…. dia belum memasukkan tugas. Tugas segampang itu, dan dia nyaris DO… masih ajah males….
Denganberat hati, akhirnya nilai kau keluarkan juga, "C". Walaaaah… kok ya ada mahasiswa semalas itu. Nggak niat sekolah ya? Kalau gitu sekalian ajah nggak usah kuliah, ngabisin duit ortu.
*sari*
