Suatu ketika, aku dan teman-teman mengerjakan tugas kelompok. Salah satu temanku yang sudah berkeluarga bilang, "wah, kangen anak".
AKu heran, "kok bisa pak? khan tinggal serumah?".
"aku belum ketemu dari kemaren. Kapan ketemunya? pulang ngerjain tugas kampus selalu malem, pagi-pagi sudah harus kerja… kangen jadinya".
Aku diam, kemudian melanjutkan mengerjakan tugas. Tidak lama kemudian, aku lihat temanku itu menelpon rumahnya, sambil suaranya dikecilkan mirip anak kecil.
Oooh, rupanya dia sedang menggoda anaknya di telepon. Rupanya, sangking kangennya, dia memutuskan untuk telpon. Setelah telpon ditutup, dia bilang, "kalau umur masih segini, anakku masih jadi anak berbakti. Entar kalau udah gedhe… isinya banyak bertengkar dgn ortunya deeeh…".
Kami tertawa. Saat itu aku menyadari, begitulah mami dan papi memandang aku. Untung temanku banyak bapak-bapak dan ibu-ibu. Sehingga aku mulai dapat turut berempati pada perasaan mami & papi yang selama ini sukar aku pahami….
i love u mom…dad…
